NADIKABAR.COM — Sensasi panas atau seperti terbakar pada telapak kaki saat malam hari kerap membuat seseorang sulit beristirahat. Keluhan ini dapat muncul meskipun kaki tidak terkena benda panas atau tidak mengalami luka. Sebagian orang juga merasakan kesemutan, kebas, nyeri seperti tertusuk jarum, hingga sensasi panas yang menjalar ke jari-jari kaki.

Kondisi tersebut dikenal sebagai burning feet sensation atau sensasi kaki terbakar. Keluhannya dapat terasa lebih kuat pada malam hari dan mengganggu kualitas tidur. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah gangguan saraf tepi atau neuropati perifer, meskipun sejumlah kondisi lain juga dapat memicu gejala serupa.

Rasa panas pada telapak kaki tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, jika terjadi berulang, semakin berat, atau disertai mati rasa dan kelemahan, penyebabnya perlu diperiksa.

Lantas, apa saja penyebab telapak kaki terasa panas saat malam hari?

Penyebab telapak kaki terasa panas saat malam hari

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan telapak kaki terasa panas, mulai dari gangguan saraf hingga masalah pada kulit. Berikut penjelasannya.

Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah neuropati perifer, yaitu kondisi ketika saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang mengalami kerusakan atau gangguan fungsi.

Gangguan ini dapat memengaruhi cara saraf mengirimkan sinyal ke otak. Akibatnya, seseorang bisa merasakan panas seperti terbakar, kesemutan, mati rasa, atau nyeri meskipun tidak ada rangsangan panas dari luar.

Keluhan neuropati juga dapat memburuk pada malam hari. Perubahan suhu tubuh, kondisi saat beristirahat, serta meningkatnya perhatian terhadap sensasi tubuh dapat membuat rasa tidak nyaman lebih terasa ketika seseorang hendak tidur.

Diabetes merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang. Gangguan ini dikenal sebagai neuropati diabetik.

Gejalanya dapat berupa telapak kaki terasa panas, kesemutan, nyeri seperti tertusuk, kebas, hingga berkurangnya kemampuan merasakan sentuhan atau perubahan suhu.

Keluhan biasanya muncul pada kedua kaki dan dapat semakin mengganggu saat malam hari. Pada kondisi tertentu, penderita justru tidak menyadari adanya luka karena kemampuan merasakan nyeri pada kaki berkurang.

Karena itu, orang dengan diabetes perlu memperhatikan kondisi kaki secara rutin, termasuk memeriksa apakah terdapat luka, lecet, perubahan warna, atau pembengkakan.

3. Kekurangan vitamin B12 dan gangguan nutrisi

Vitamin B12 memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf. Kekurangan vitamin ini dapat mengganggu fungsi saraf dan menimbulkan gejala seperti kesemutan, mati rasa, serta sensasi terbakar pada kaki.

Selain kekurangan vitamin B12, ketidakseimbangan vitamin B lainnya juga dapat berkaitan dengan gangguan saraf. Menariknya, konsumsi vitamin B6 dalam jumlah berlebihan melalui suplemen juga berpotensi menyebabkan kerusakan saraf.

Oleh sebab itu, seseorang tidak disarankan mengonsumsi suplemen vitamin dosis tinggi secara sembarangan hanya karena mengalami telapak kaki panas. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kekurangan atau kelebihan nutrisi tertentu.

Erythromelalgia merupakan kondisi langka yang menyebabkan rasa panas dan nyeri seperti terbakar pada bagian tubuh tertentu, terutama telapak kaki dan jari-jari kaki.