Berbeda dengan sensasi panas akibat gangguan saraf yang belum tentu disertai perubahan pada kulit, kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit yang tampak kemerahan, terasa lebih hangat, dan terkadang mengalami pembengkakan.

Gejalanya dapat muncul dalam serangan yang berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa hari. Peningkatan suhu tubuh, aktivitas fisik, penggunaan alas kaki yang terlalu ketat, dan cuaca panas dapat memicu keluhan pada sebagian penderita.

Infeksi jamur atau athlete's foot juga dapat menyebabkan telapak kaki terasa panas, gatal, perih, dan tidak nyaman.

Keluhan biasanya disertai perubahan pada kulit, seperti mengelupas, pecah-pecah, kemerahan, atau muncul ruam, terutama di sela-sela jari kaki. Kondisi ini lebih mudah berkembang ketika kaki sering lembap akibat keringat atau penggunaan sepatu tertutup dalam waktu lama.

Berbeda dari neuropati, sensasi panas akibat infeksi jamur umumnya disertai tanda yang terlihat pada permukaan kulit. Penanganannya perlu disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan infeksi.

6. Gangguan saraf akibat tekanan atau cedera

Saraf pada kaki dapat mengalami tekanan akibat cedera, pembengkakan jaringan, atau penggunaan alas kaki yang tidak sesuai.

Salah satu contohnya adalah tarsal tunnel syndrome, yaitu kondisi ketika saraf tibialis mengalami tekanan saat melewati saluran sempit di sekitar pergelangan kaki bagian dalam.

Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi terbakar, kesemutan, nyeri, atau mati rasa pada telapak kaki. Keluhan terkadang terasa semakin mengganggu setelah berdiri atau berjalan dalam waktu lama.

Jika sensasi panas muncul setelah aktivitas fisik atau disertai nyeri pada pergelangan kaki, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan pada saraf atau jaringan di sekitarnya.

Masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit ginjal kronis dan gangguan kelenjar tiroid, juga dapat berkaitan dengan neuropati perifer.

Pada penyakit ginjal kronis, penumpukan zat sisa metabolisme akibat penurunan fungsi ginjal dapat memengaruhi kesehatan saraf. Sementara itu, gangguan tiroid dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh dan dalam kondisi tertentu berkaitan dengan kerusakan saraf.

Meski demikian, telapak kaki panas saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gangguan ginjal atau tiroid. Diperlukan pemeriksaan medis dan tes penunjang untuk mengetahui penyebabnya.

Mengapa telapak kaki terasa lebih panas pada malam hari?

Sensasi panas pada kaki dapat terasa lebih kuat ketika seseorang beristirahat atau hendak tidur. Salah satu penjelasannya adalah nyeri akibat gangguan saraf memang dapat memburuk pada malam hari.

Ketika aktivitas siang hari berkurang, perhatian seseorang terhadap sensasi tubuh juga dapat meningkat. Perubahan suhu lingkungan dan kondisi tubuh menjelang tidur turut diduga memengaruhi persepsi rasa tidak nyaman.

Namun, tidak semua keluhan panas pada telapak kaki yang muncul malam hari disebabkan oleh neuropati. Pola kemunculan gejala, kondisi kulit, riwayat penyakit, dan keluhan lain tetap perlu diperhatikan untuk mengetahui penyebabnya.

Cara mengatasi telapak kaki yang terasa panas