"Harapannya tetap 5G itu bisa merata seperti 4G gitu kan," kata Agus.
Menurutnya, tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dapat membantu operator memperluas sekaligus meningkatkan kualitas konektivitas.
Oza menilai pemerataan internet dapat membuka peluang lebih besar bagi kreator untuk menjangkau audiens di berbagai daerah.
"Dengan menyebarnya internet ke seluruh daerah kan kesempatan buat kreator juga untuk meraih apa, crowd yang lebih besar kan," ujarnya.
Abi juga berharap 5G semakin luas agar masyarakat di daerah dapat menikmati komunikasi secara real time tanpa terkendala koneksi.
"Karena benar-benar internet ini apalagi 5G, siapa pun butuh," katanya.
Rido mengatakan Telkomsel 5G Powered by AI ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan karakter dan aktivitas yang berbeda.
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memenuhi ekspektasi pelanggan, memberikan layanan terbaik kepada pelanggan Telkomsel khususnya dengan berbagai macam aktivitas yang berbeda-beda," ujar Rido.
Sementara itu, Agus menilai teknologi internet ke depan perlu semakin pintar dalam mengakomodasi kebutuhan pengguna.
"Bagaimana internet itu jadi pintar. Pintar tuh dalam artian mengakomodir kebutuhan sesuai pengguna," kata Agus.
Di sisi lain, Oza mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menuntut perkembangan teknologi, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkannya.
"Jadi intinya menurut saya, kita jangan hanya mendesak teknologi untuk naik, kitanya sebagai user juga harus meng-upgrade diri kita juga gitu," ujarnya.
Melalui Telkomsel 5G Powered by AI, konektivitas tidak hanya diarahkan untuk memberikan kecepatan, tetapi juga stabilitas, responsivitas dan layanan yang dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna. Hal tersebut sejalan dengan pesan 'Dekatnya Nyata, Pintarnya Terasa', ketika teknologi 5G dan AI diharapkan semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.