Lebih lanjut, Natasya menjelaskan bahwa dampak bencana, seperti bencana akibat krisis iklim terhadap kesehatan mental perlu mendapat perhatian dalam kebijakan penanganan bencana. Ia mengingatkan bahwa bencana tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis, kehidupan sosial, serta kemampuan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut Natasya, kelompok masyarakat tertentu menghadapi risiko berlapis ketika bencana dan perubahan lingkungan mengganggu kesehatan, penghidupan, mobilitas, maupun akses terhadap layanan dasar.
Kelompok tersebut antara lain ibu hamil, ibu yang mengasuh anak, komunitas pesisir yang menghadapi banjir rob dan kesulitan air bersih, penyandang disabilitas, lansia, serta anak-anak.