Bagi Fitri, pembiayaan tersebut membantu keluarganya menjaga kelancaran usaha, meskipun peningkatan omzet belum dirasakan secara signifikan. Di tengah kondisi ekonomi saat ini, ia menyebut usahanya masih berjalan relatif stabil, sementara dana pembiayaan tetap membantu memenuhi kebutuhan modal.
"Ya, dibilang membantu ya membantu. Itu mah udah pasti, namanya kita perlu dana ibaratnya untuk untuk meningkatkan usaha kita sendiri. Jadi membantu banget," ucapnya.
Fitri menjelaskan, dana pembiayaan digunakan sebagai modal sekaligus cadangan untuk menjaga perputaran uang usaha. Kebutuhan tersebut muncul ketika barang telah terjual, tetapi pembayaran dari pelanggan baru diterima pada hari berikutnya.
"Untuk modal. Untuk modal usaha kita sendiri. Buat perputaran uang gitu. Namanya pelanggan kan kadang hari ini habis, ntar ya baru bayarnya besok gitu. Ada ibaratnya dana cadangan lah untuk putar uang lah gitu," pungkasnya.
Selain manfaatnya untuk kebutuhan modal, Fitri juga menilai proses pengajuan pembiayaan relatif mudah. Ia menyebut tahapan yang perlu dilalui tidak sulit, dengan pengumpulan berkas sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh pembiayaan.
Pengalaman Fitri menjadi salah satu gambaran pemanfaatan pembiayaan untuk menjaga kelangsungan usaha. Perluasan akses keuangan bagi pelaku usaha tersebut sejalan dengan upaya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.