Rubio, dalam pernyataan terpisah, membujuk masyarakat di Kuba yang menginginkan perubahan politik untuk bekerja sama dengan Badan Intelijen Pusat AS atau CIA "secara rahasia".

"Bagi mereka yang berupaya menciptakan perubahan positif di Kuba -- sekaranglah saatnya," cetus Rubio dalam pernyataan via media sosial X.

"Di tengah kekecewaan akibat janji-janji yang tidak ditepati, korupsi, dan kehidupan penuh hak istimewa yang hanya dinikmati segelintir orang; manfaatkan kesempatan ini untuk mewujudkan perubahan yang Anda inginkan melalui kemitraan rahasia dengan CIA," tulis Menlu AS itu dalam pernyataannya.

Selama berbulan-bulan, Trump dan para pejabat tinggi AS lainnya secara terbuka melontarkan isyarat mengenai intervensi militer atau pengambilalihan Kuba, sembari meningkatkan tekanan ekonomi, politik, dan hukum terhadap negara tersebut.