NADIKABAR.COM — Peserta Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Asmawiyah, menggerakkan warga RW 01 Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, untuk menuntaskan masalah sampah.
Melalui gerakan pemilahan dan pengolahan di bank sampah, Asmawiyah dan warga RW 01 Pulau Kelapa kini tak lagi mengirim sampah ke wilayah daratan Jakarta.
"Sampah sudah tidak ada lagi yang dibawa ke Jakarta. Jadi sampah ini harus tuntas, ya di pulau kami juga," ujar Asmawiyah, Jumat (6/11).
Bank sampah di RW 01 Pulau Kelapa ini memiliki nama Bank Sampah Kresek Indah. Berdiri sejak tahun 2020, bank sampah tersebut telah menjangkau lebih dari 400 nasabah.
Asmawiyah mengatakan angka tersebut meliputi 100 persen warga yang tinggal di RW 01 Pulau Kelapa. Bahkan, nasabah juga termasuk warga-warga di wilayah RW lain. Ia menceritakan, awalnya bank sampah ini terbentuk dari keresahan warga setempat, khususnya kelompok ibu-ibu di RW 01.
"Keresahan mereka itu ketika melihat ada warga yang masih membuang sampahnya ke laut, dan membuang sampahnya sembarangan," ungkap Asmawiyah.
Dari keresahan tersebut, akhirnya mereka termotivasi agar sampah yang ada di Pulau Kelapa tidak kembali berakhir di laut. Beranggotakan enam orang, yang terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki, bank sampah ini memiliki aktivitas sepanjang pekan.
Dari hari Senin hingga Jumat, anggota akan keliling untuk menjemput hasil pilahan sampah dari warga. Sementara itu, di hari Sabtu dan Minggu, anggota akan memilah kembali hasil sampah di lokasi bank sampah.
Asmawiyah mengatakan, hasil sampah yang terkumpul per bulannya dapat berjumlah hingga berton-ton banyaknya.
"Volume sampah yang kita kumpulkan di bank sampah ini lebih dari 1 sampai 2 ton per bulan," katanya.