Ia membeberkan bahwa rata-rata UMP 2026 di 38 provinsi yang tercatat sebesar Rp3,508 juta masih jauh di bawah rata-rata KHL nasional yang menyentuh Rp4,281 juta.
"Artinya, upah minimum baru menutup sekitar 82 persen kebutuhan hidup layak, dengan kekurangan sekitar Rp770 ribu setiap bulan. Bahkan Jakarta, yang memiliki UMP tertinggi sebesar Rp5,73 juta, masih berada di bawah KHL sekitar Rp5,89 juta," ujar Yusuf kepada NadiKabar.com, Rabu (21/10).
Yusuf menjelaskan kesenjangan tersebut terjadi karena desain formula pengupahan dirancang untuk menjaga daya beli dan membagikan hasil pertumbuhan ekonomi, bukan untuk menutup selisih antara upah minimum dan KHL.
"Ketika titik awal upah sudah berada di bawah kebutuhan hidup layak, kenaikan tahunan hanya menjaga agar upah tidak semakin tertinggal, tetapi belum tentu mampu mengejar kebutuhan riil pekerja," jelasnya.
Yusuf memandang penggunaan indikator KHL terbaru yang mengacu pada standar International Labour Organization (ILO) sebagai langkah maju karena sudah memperhitungkan kebutuhan keluarga pekerja. Namun, penerapannya masih memiliki keterbatasan.
"KHL tersebut belum memiliki dasar pengaturan yang sepenuhnya operasional dan masih berupa estimasi berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) BPS (Badan Pusat Statistik). Penghitungannya juga baru tersedia pada tingkat provinsi, padahal biaya hidup antarkabupaten dan kota dalam satu provinsi dapat berbeda cukup jauh," tutur Yusuf.
Ia mencontohkan biaya hidup di kawasan industri seperti Bekasi atau Karawang yang tidak dapat disamakan dengan daerah lain di Jawa Barat, sementara UMP provinsi itu berada di kisaran Rp2,31 juta. Selain itu, data konsumsi historis BPS kerap belum menangkap lonjakan inflasi pangan riil.
"Akibatnya, angka KHL yang digunakan sebagai acuan berpotensi lebih rendah daripada kebutuhan yang benar-benar dihadapi rumah tangga pekerja," katanya.
Sementara itu, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita memaparkan bahwa sisa gaji pekerja sangat bervariasi bergantung pada lokasi dan jumlah tanggungan.