Selain itu, Vivo V80 Lite membawa teknologi BlueVolt yang memungkinkan baterai 10.000mAh dikemas dengan desain yang lebih tipis dan ringkas. Dengan demikian, pengguna bisa mendapatkan kapasitas baterai besar tanpa harus membawa smartphone dengan bodi yang tebal.

Menurut Calvin, perangkat dengan ketebalan sekitar 8,58mm hingga 8,59mm umumnya membawa baterai berkapasitas 7.000mAh. Sedangkan, Vivo V80 Lite diklaim mampu membawa baterai 10.000mAh dalam bodi ramping, yakni dengan ketebalan sebesar 8.59mm.

"Jika melihat perangkat dengan dimensi yang kurang lebih sama, misalnya ketebalan 8,59 mm dibandingkan 8,58 mm, smartphone lain hanya bisa membawa baterai sekitar 7.000 mAh," ujar Calvin.

"Di sinilah teknologi BlueVolt berperan. Teknologi ini memungkinkan baterai dikemas lebih tipis dan lebih kecil agar bisa dimasukkan ke bodi Vivo V80 Lite tanpa mengorbankan kualitas layarnya," tambahnya.

Untuk daya tahan baterai, Vivo V80 Lite diklaim dapat bertahan hingga 15,8 jam untuk bermain gim dan 29 jam untuk menonton video. Dalam simulasi penggunaan selama tujuh jam, perangkat diklaim masih menyisakan daya sekitar 76 persen.

Berdasarkan skenario pengujian internal, Vivo mengklaim baterai tersebut dapat mempertahankan kesehatan di atas 80 persen hingga tujuh tahun pemakaian.

Untuk mendukung daya tahan baterainya, Vivo membekali perangkat dengan enam lapis perlindungan baterai, salah satunya perlindungan terhadap pengisian daya berlebih dan panas, serta fitur untuk membatasi pengisian daya.

"Perlindungannya mencakup night charging protection, overcharge protection, perlindungan terhadap panas dan overheating, serta custom charge limit. Misalnya, pengguna ingin membatasi pengisian daya hanya sampai 90 persen, pengaturannya bisa dilakukan melalui Settings," ungkap Calvin.