Menurut Kaspersky, layanan WiFi gratis dapat menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk membuat hotspot palsu yang dirancang guna mencuri kredensial masuk atau informasi keuangan.

Wisatawan dapat terpapar risiko tersebut saat terhubung ke jaringan WiFi publik untuk mengakses layanan perjalanan, surel, akun daring atau melakukan pembayaran.

Selain itu, wisatawan juga perlu waspada terhadap penipuan pembayaran melalui kode QR. Pasalnya, ekosistem pembayaran nontunai di Jepang berkembang pesat, sehingga penipu mungkin menempelkan kode QR palsu di atas kode QR yang sah atau mengalihkan pembayaran ke rekening milik pelaku penipuan.

Risiko ini dapat muncul ketika wisatawan menggunakan kode QR untuk melakukan pembayaran di toko, restoran, fasilitas transportasi atau layanan terkait pariwisata lainnya.

Kaspersky turut mengimbau wisatawan untuk memeriksa nama pedagang dan detail pembayaran sebelum menyetujui transaksi, menghindari kode QR yang rusak atau tampak diubah, mengonfirmasi detail kepada staf jika merasa ragu, serta memastikan notifikasi pembayaran tetap aktif.