Ismoyo menyebut kondisi tersebut tidak lepas dari keberadaan sejumlah sumur dalam yang telah dibangun di kawasan tersebut. Sumber air itu disebut masih mampu menopang kebutuhan warga untuk sementara.
"Awal musim kemarau biasanya sudah minta dropping air untuk Desa Wates dan Desa Duri Kecamatan Slahung. Tapi ini kedua desa belum meminta," ujarnya.
Ismoyo menjelaskan, keberadaan sumur dalam di sejumlah wilayah turut membantu memenuhi kebutuhan air warga sehingga untuk sementara bantuan dropping air belum diperlukan.
"Sudah dibangun sumur dalam di sana, baik oleh Dinas PUPKP maupun lembaga swasta di Duri, juga dari BPBD di Wates. Jadi bantuan itu untuk saat ini masih mencukupi," sambung Ismoyo.
BPBD tetap bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan air bersih. Sebab, kondisi kekeringan masih dapat berubah hingga periode puncak kemarau.
Selain Wates dan Duri, sumur dalam juga telah dibangun di Desa Sidowayah, Kecamatan Jambon, serta Desa Dayakan, Kecamatan Badegan. Keberadaan sumber air tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap dropping air bersih.
"Eskalasinya nanti kemungkinan puncak kemarau sampai September. Jadi kita lihat perkembangannya," pungkasnya.