Puguh menjelaskan, pihaknya telah menggerakkan seluruh pilar sosial untuk mendampingi warga yang terdampak kebijakan ini. Informasi dan mekanisme sanggah telah disosialisasikan hingga tingkat akar rumput.

"Kita sudah menjelaskan melalui sosialisasi, melalui operator SIKS-NG di semua desa/kelurahan se-Kabupaten Banyuwangi. Juga dari pihak kecamatan, pihak PKH, dan PSM sudah kita sampaikan supaya turut membantu pendampingan," terangnya.

Pendampingan ini krusial agar warga mengetahui status bansos mereka dan segera melakukan langkah klarifikasi. Pasalnya, jika terindikasi judol, sistem secara otomatis menonaktifkan atau menghentikan sementara bantuan tersebut.

"Artinya sementara di-pending, seperti itu, di tingkat kabupaten. Nah, nanti dengan verifikasi ini harapannya bisa pulih lagi, tergantung penilaian dari sistem di pusat juga," tambah Puguh.