Aktivitas tersebut tidak harus selalu berupa olahraga dengan intensitas tinggi. Kebiasaan bergerak secara rutin juga dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Menjaga hubungan dengan orang lain juga berperan dalam kesejahteraan. Persahabatan dan interaksi sosial dapat membantu seseorang tetap terhubung dengan lingkungan di sekitarnya.
Lippard mengatakan, seseorang perlu berinvestasi dalam persahabatan dan menjaga hubungan dekat.
"Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa di atas 60 tahun yang secara aktif menjaga hubungan dekat memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan lebih panjang," katanya.
"Berkumpul untuk minum kopi setiap minggu, bergabung dengan klub, atau menjenguk tetangga bukan hanya cara untuk menghabiskan waktu, tetapi juga pengobatan pencegahan," tambah Lippard.
Melinda juga menilai aktivitas sosial yang dilakukan secara teratur dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan. Interaksi tersebut juga dapat membantu mengurangi stres dan menjadi salah satu prediktor yang konsisten terhadap umur panjang serta kualitas hidup.
Pola makan sehari-hari turut menentukan bagaimana tubuh menjalani proses penuaan. Karena itu, memilih makanan yang kaya nutrisi dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh dalam jangka panjang.
"Apa yang kita makan memainkan peran penting dalam bagaimana kita merasa, berpikir, dan menua," kata Lippard.
"Pilihan makanan harus mendukung tubuh dan otak dalam jangka panjang," tambahnya.
Lippard menyarankan masyarakat untuk lebih banyak memilih makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Ia juga menganjurkan konsumsi air yang cukup serta memilih produk susu rendah lemak atau alternatifnya.
Rasa syukur kerap luput dari pembahasan ketika orang membicarakan umur panjang. Padahal, psikolog klinis, konsultan, sekaligus penulis Noelle Nelson, Ph.D., menilai rasa syukur memiliki peran penting dalam kehidupan.