"Menurut saya, rasa syukur adalah hal terpenting untuk bisa hidup hingga usia 100 tahun," ujarnya.

"Itu adalah satu-satunya karakteristik yang dimiliki para centenarian di seluruh dunia. Mereka mampu menghargai pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari."

Seseorang dapat melatih rasa syukur dengan mulai memperhatikan hal-hal sederhana di sekitarnya. Nelson menyebut apresiasi dapat muncul dari berbagai pengalaman sehari-hari, mulai dari menikmati rasa kopi pada pagi hari, menyaksikan matahari terbenam, hingga membelai anjing peliharaan.

Kebiasaan tersebut disebut telah terbukti membantu menstabilkan detak jantung, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta menenangkan pikiran.

Memiliki tujuan dalam menjalani kehidupan juga menjadi salah satu tanda yang berkaitan dengan umur panjang. Seseorang yang memiliki alasan untuk menjalani aktivitas setiap hari cenderung mempunyai kehidupan yang lebih bermakna.

"Tujuan hidup tidak akan hilang. Studi menunjukkan bahwa memiliki alasan setiap hari untuk bangun dari tempat tidur berkorelasi langsung dengan umur yang lebih panjang dan jantung yang lebih sehat," kata Lippard.

Memasuki masa pensiun terkadang membuat seseorang kesulitan menemukan kembali tujuan hidup. Dalam kondisi tersebut, Nelson menyarankan seseorang mencoba berbagai hal baru hingga menemukan aktivitas yang terasa bermakna dan sesuai dengan dirinya.

"Jangan menyerah. Anggaplah menemukan tujuan baru Anda, gairah Anda, sebagai sebuah petualangan," kata Nelson.

"Rasa petualangan itu sendiri akan menarik Anda untuk menemukan makna baru, dan dengan itu, kehidupan yang lebih bahagia," ungkapnya.

Pada akhirnya, kebiasaan sehari-hari dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup seiring bertambahnya usia. Memprioritaskan tidur, aktif bergerak, menjaga hubungan sosial, memilih makanan bernutrisi, mensyukuri kehidupan, dan memiliki tujuan dapat membantu seseorang menjalani hidup yang lebih sehat dan bermakna.

Baca berita selengkapnya di NadiKabar.