Selain sanksi berupa skorsing, Yusuf juga meminta sekolah memanggil para orang tua murid yang terlibat dalam aksi pamer sajam dan kebut-kebutan di jalan. Ia menilai pemanggilan ini penting untuk memberi pembinaan anak secara bersama-sama.
"(Pembinaan) harus bekerja sama dengan orang tua, karena aksi ini kan di luar jam sekolah," terang Yusuf.
Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, setali tiga uang. Ia juga meminta sekolah memberikan sanksi berat kepada para siswa yang terlihat pada aksi pamer sajam beberapa waktu lalu.
"Kami minta pihak sekolah untuk mendeteksi yang belum terdeteksi dan yang sudah terdeteksi agar diberikan teguran keras. Kalau perlu ancaman untuk dinonaktifkan dulu," kata Mujib, Senin.
"Orang tua tidak boleh mengabaikan pergaulan putra/putrinya di era sekarang ini. Karena abai sedikit bisa salah dalam pergaulan," imbuhnya.