NADIKABAR.COM — Mengurangi gula sering menjadi salah satu langkah yang dipilih ketika seseorang ingin menjalani pola makan lebih sehat. Caranya bisa bermacam-macam, mulai dari berhenti minum minuman manis, mengurangi camilan, sampai tidak lagi menambahkan gula ke kopi atau teh.

Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika kita berhenti mengonsumsi gula?

Hal pertama yang perlu diluruskan adalah "stop gula" tidak berarti tubuh harus benar-benar bebas dari semua jenis gula. Buah, sayuran, dan susu secara alami mengandung gula, sedangkan yang lebih perlu dibatasi adalah gula tambahan atau free sugars, seperti gula yang ditambahkan ke minuman dan makanan, termasuk gula dalam madu, sirup, serta jus buah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi free sugars kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian. Menguranginya hingga di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram per hari dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Keinginan makan makanan manis bisa berubah

Pada fase awal mengurangi gula, sebagian orang mungkin merasa lebih sering ingin makanan atau minuman manis. Hal ini cukup wajar, terutama jika sebelumnya terbiasa mengonsumsi minuman manis, kue, permen atau makanan penutup setiap hari.

Alih-alih langsung menghilangkan semua makanan yang terasa manis, pola konsumsi bisa dikurangi secara bertahap. Misalnya, mengurangi jumlah gula dalam kopi atau teh, mengganti minuman bersoda dengan air putih, serta memilih buah utuh ketika ingin sesuatu yang manis.

WHO juga menekankan bahwa mengurangi gula sebaiknya tidak dilakukan dengan menggantinya secara rutin menggunakan pemanis non-gula.

Asupan kalori dari gula bisa berkurang

Gula tambahan sering memberikan kalori tanpa banyak kandungan zat gizi. Minuman manis menjadi salah satu sumber yang mudah luput diperhitungkan karena bisa diminum dalam waktu singkat tanpa membuat seseorang merasa sudah mengonsumsi banyak kalori.

Ketika minuman dan makanan tinggi gula dikurangi, total asupan kalori harian juga bisa ikut turun, terutama jika sebelumnya konsumsi gula cukup tinggi.