Kedutan pada kelopak mata kanan bagian bawah dipercaya sebagai pertanda akan mendapatkan kemalangan. Tafsir ini berlawanan dengan kedutan mata kanan atas yang dikaitkan dengan rezeki. Dalam kepercayaan, perbedaan lokasi kedutan dapat menghasilkan pertanda berbeda meskipun masih berada di area mata yang sama.

Kedutan pada sudut mata sebelah kanan dipercaya sebagai pertanda akan bertemu dengan pasangan. Makna ini membuat kedutan di sudut mata kanan kerap dikaitkan dengan urusan asmara atau hubungan dengan orang lain.

Dalam tafsir tradisional, kedutan tersebut dianggap sebagai alamat akan adanya pertemuan yang berkaitan dengan pasangan. Meski demikian, tafsir ini tetap merupakan bagian dari kepercayaan primbon dan bukan kepastian mengenai kehidupan seseorang.

Sementara itu, kedutan pada sudut mata sebelah kiri dipercaya sebagai pertanda akan mengalami kemalangan. Dalam kepercayaan primbon Jawa, tafsir tersebut termasuk pertanda yang kurang baik bagi orang yang mengalaminya.

Makna ini juga menunjukkan bahwa lokasi kedutan yang berdekatan dapat memiliki tafsir berbeda. Jika sudut mata kanan dipercaya sebagai pertanda akan bertemu pasangan, sudut mata kiri justru dikaitkan dengan kemalangan.

Tidak hanya mata, telapak tangan juga memiliki tafsir dalam kepercayaan primbon Jawa. Kedutan pada telapak tangan kanan dipercaya sebagai pertanda akan mendapatkan sesuatu yang berkaitan dengan harta atau pemberian.

Namun, tafsir kedutan pada telapak tangan memang dapat berbeda berdasarkan sumber primbon yang digunakan. NadiKabar, misalnya, menemukan tafsir yang berbeda dari beberapa buku primbon, sehingga sumber rujukan perlu disebutkan secara jelas ketika menggunakan makna tertentu.

Kedutan pada telapak tangan kiri juga memiliki sejumlah tafsir dalam literatur primbon. Salah satu sumber yang membahasnya mengaitkan kedutan pada bagian ini dengan datangnya uang.