Perbedaan tafsir tersebut menunjukkan bahwa arti kedutan tidak selalu seragam. Maknanya dapat berubah bergantung pada sumber primbon atau literatur yang menjadi rujukan.

Kedutan pada pipi kanan dipercaya berkaitan dengan urusan pekerjaan. Dalam tafsir tradisional Jawa, kedutan pada bagian tersebut dianggap sebagai pertanda akan mendapatkan pekerjaan.

Karena itu, kedutan pipi kanan bagi sebagian masyarakat yang masih mempercayai primbon dapat dikaitkan dengan datangnya kesempatan atau perubahan dalam urusan pekerjaan.

Sementara itu, kedutan pada pipi kiri dipercaya memiliki makna yang kurang baik, yakni dikaitkan dengan datangnya sakit dari perantauan. Tafsir ini menjadi salah satu pertanda yang berhubungan dengan kondisi kurang menyenangkan.

Dalam kepercayaan Jawa, makna kedutan tidak hanya dikaitkan dengan rezeki atau keberuntungan. Beberapa bagian tubuh juga dipercaya memiliki tafsir yang berhubungan dengan sakit, kesedihan atau keadaan yang kurang baik.

Arti kedutan menurut Primbon Jawa merupakan bagian dari kepercayaan dan warisan budaya masyarakat Jawa. Berbagai tafsir mengenai kedutan, mulai dari pertanda rezeki, kebahagiaan, pertemuan hingga kesedihan, berkembang dalam literatur primbon dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Meski demikian, tafsir tersebut tidak dapat dijadikan kepastian mengenai apa yang akan terjadi pada seseorang. Kedutan tetap merupakan fenomena tubuh, sementara maknanya sebagai pertanda merupakan bagian dari kepercayaan dalam tradisi primbon Jawa.