Sebagian ulama berpendapat bahwa isti'adzah disyariatkan dibaca hanya pada rakaat pertama. Abu Hurairah berkata, "Apabila Rasulullah SAW bangkit dari rakaat pertama, beliau terus membaca 'Alhamdulillahi rabbil alamin' tanpa didahului dengan isti'adzah." (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi dalam kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an menjelaskan jika seseorang ingin membaca Al-Qur'an hendaklah membaca taawudz terlebih dahulu.
Dengan begitu, melafalkan taawudz sebelum memulai bacaan hukumnya adalah sunnah, baik di luar salat maupun di dalam salat. Pendapat shahih dari kalangan ulama mengatakan disunnahkan membacanya dalam setiap rakaat, ada juga yang berpendapat hanya dibaca pada rakaat pertama sebelum membaca Surah Al-Fatihah.
Mengutip buku Menyingkap Samudera Al-Fatihah susunan Abdul Aziz, bacaan taawudz bukan sekadar rangkaian kata tanpa makna, melainkan sebuah pengakuan atas kelemahan diri hamba di hadapan keagungan Allah SWT.
Berikut beberapa keutamaan dari bacaan taawudz menurut pandangan ahli tafsir: