Kedua yaitu kemitraan koperasi dan hilirisasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dengan memperkuat kelembagaan petani melalui koperasi serta melibatkan masyarakat dalam rantai pasok dan pembangunan PKS sebagai wujud konkret hilirisasi sawit rakyat.

Menanggapi penetapan tersebut, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara mengapresiasi pendampingan intensif dari Kementerian PPN/Bappenas dan Satgas PSN Sawit sejak awal proses konsolidasi lahan.

"Kami menyambut penugasan direktif Presiden ini dengan penuh tanggung jawab. Dukungan Kementerian PPN/Bappenas dan lintas K/L (kementerian/lembaga) memberikan kepastian regulasi serta kejelasan peta jalan operasional bagi kami di lapangan. Kami berkomitmen penuh mengawal mandat ini, khususnya pemenuhan alokasi 20 persen kebun masyarakat dan pemberdayaan koperasi dalam ekosistem pasok PKS, sehingga optimalisasi lahan limpahan negara ini benar-benar menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat sekitar," ujar Abdul Ghani.