"Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi perhatian serius karena menyangkut kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan manfaat publik yang besar," kata Januanto.
Ia menjelaskan, pembentukan tim khusus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan menyeluruh, mulai dari pengendalian di lapangan, pengungkapan penyebab kebakaran, hingga proses hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Januanto juga mengapresiasi petugas, pengelola kawasan, masyarakat, dan relawan yang telah bekerja dalam upaya pengendalian kebakaran di TNBTS.
"Negara hadir untuk memastikan hutan tetap terjaga, masyarakat terlindungi, dan setiap tindakan yang merusak kawasan dipertanggungjawabkan sesuai hukum," tegasnya.
Kemenhut menyatakan akan terus memperkuat perlindungan kawasan konservasi melalui langkah pencegahan, pengawasan, kolaborasi lintas pihak, serta penegakan hukum berbasis bukti.
Pendalaman terhadap kasus kebakaran TNBTS akan terus dilakukan hingga penyebab kejadian dapat terungkap dan terdapat kepastian hukum. Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk memastikan fungsi kawasan konservasi tetap terlindungi dan manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.