Satu sandwich berukuran sekitar 6 inci dengan isian cold cuts rata-rata mengandung 1.127 mg natrium atau 49 persen dari batas harian.
Kaldu atau stock kemasan sering digunakan sebagai dasar sup maupun untuk menambah rasa pada masakan. Namun, produk ini bisa mengandung natrium dalam jumlah tinggi.
Satu porsi 240 ml kaldu sapi rata-rata mengandung 782 mg natrium atau sekitar 34 persen dari batas harian.
Sayuran tetap sehat, tetapi bentuk kemasan perlu diperhatikan. Sayuran kalengan dapat mengandung natrium cukup tinggi karena penambahan garam.
Setengah cangkir kacang polong kalengan mengandung sekitar 310 mg natrium. Sementara asparagus kalengan dalam jumlah yang sama mengandung sekitar 346 mg.
Membilas dan meniriskan sayuran kalengan selama beberapa menit disebut dapat mengurangi kandungan natrium sekitar 9-23 persen, tergantung jenis sayurannya.
Berbagai jenis daging olahan seperti sosis dan bacon juga termasuk sumber natrium yang perlu dibatasi.
Satu porsi sosis sekitar 55 gram rata-rata mengandung 415 mg natrium. Sementara satu ons bacon atau sekitar 28 gram mengandung sekitar 233 mg natrium.
Jangan hanya mengandalkan rasa asin
Tingginya natrium dalam makanan tidak selalu bisa dikenali dari rasa. Karena itu, membaca label kandungan natrium pada makanan kemasan menjadi salah satu cara untuk mengetahui seberapa banyak natrium yang dikonsumsi.
Makanan yang terlihat sederhana seperti roti, saus, sayuran kalengan hingga makanan beku pun dapat menyumbang natrium. Jika dikonsumsi bersama-sama dalam satu hari, jumlahnya bisa cepat menumpuk.
Karena itu, memilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah, membatasi makanan olahan, serta lebih sering memilih bahan makanan segar dapat membantu mengurangi asupan natrium harian.