"Kita juga memberi saran untuk melakukan pelayanan kesehatan di tempat-tempat yang paling terkena, yaitu tiga provinsi di Kalimantan, Jambi, dan Riau. Itu enam titik yang memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan," ujar Mari dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).
Ia mengatakan penanganan karhutla juga perlu mencakup langkah-langkah di lapangan, termasuk pengairan lahan gambut. Sementara itu, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak perlu disiapkan secara khusus, termasuk penyediaan masker.
"Bagaimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan yang khusus kepada mereka-mereka, termasuk pembagian masker dan seterusnya," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Oktober 2026, masih ada 570,08 hektare lahan yang dalam proses pemadaman dan pendinginan di enam provinsi prioritas. Dari total target penanganan seluas 1.024,33 hektare, tim gabungan telah memadamkan 454,25 hektare.