Pattanasak, yang menjabat komandan Divisi Penindakan Kejahatan Kepolisian Thailand, menuturkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan adanya dua aliran dana yang tidak masuk ke rekening kuil. Dua aliran dana itu terdiri atas dana sebesar 89 juta Baht (Rp 47,3 miliar) yang disumbangkan untuk renovasi kuil dan dana 2,8 juta Baht (Rp 1,4 miliar) yang merupakan pembayaran untuk jimat Buddha dan benda-benda sakral lainnya.
"Uang dari kedua aliran dana tersebut tidak masuk ke rekening kuil -- tidak satu Baht pun," ucap Pattanasak.
Dia menambahkan bahwa otoritas berwenang telah menyita aset sebesar 215 juta Baht (Rp 114,4 miliar), termasuk 16 kilogram emas batangan dan perhiasan serta 28 sertifikat tanah. Pattanasak mengatakan bahwa kepolisian sedang menyelidiki aset mana yang merupakan milik pribadi dan mana yang milik kuil.
Wat Phutthaisawan, yang dipimpin Phra, merupakan biara kerajaan terkemuka dengan banyak pengikut termasuk para pejabat pemerintah, pelaku bisnis, dan personel kepolisian maupun militer. Phra juga sangat dikenal karena kemampuannya membuat jimat, degan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul disebut-sebut sebagai salah satu orang yang mengenakan jimat buatannya.