"Ini program perjuangan panjang DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor," kata Adityawarman.

Adityawarman menceritakan, DPRD sebelumnya banyak menerima curhatan dan keluhan dari para siswa yang tidak bisa mengambil ijazah karena faktor ekonomi. Pembahasan alot tersebut akhirnya membuahkan hasil hingga program ini bisa dieksekusi pada 2021 dan terus konsisten berjalan hingga saat ini.

Meski anggaran daerah memiliki keterbatasan, ia berharap program ini tidak berhenti di tengah jalan. Adityawarman juga menitipkan pesan agar para siswa menggunakan ijazah tersebut sebagai 'senjata' untuk memperbaiki masa depan, baik untuk bekerja maupun kuliah.

"Kita berharap adik-adik semua bisa jadi tulang punggung yang baik untuk keluarga. Kalau keluarga kita semuanya ekonominya baik, insyaallah Kota Bogor kesejahteraannya akan meningkat," ujarnya.

Senada dengan hal itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan mengubah nasib keluarga.