"Jadikan momentum penebusan ijazah ini sebagai pemantik semangat. Bekerjalah segiat mungkin, buktikan kalian mampu mensejahterakan, dan jangan berhenti belajar. Cari peluang untuk lanjut ke D3, D4, S1, S2, hingga S3," ucap Dedie Rachim.

Dedie mengakui, meski fasilitas pendidikan di Kota Bogor terus berkembang, namun daya tampung sekolah negeri masih terbatas. Setiap tahunnya, ada sekitar 17.000 lulusan SD, sementara SMP Negeri di bawah Pemkot Bogor hanya berjumlah 23 sekolah. Begitu juga dengan SMA/SMK Negeri yang jumlahnya terbatas di bawah kewenangan Provinsi.

Kondisi ini membuat banyak siswa harus menempuh pendidikan di sekolah swasta yang secara operasional membutuhkan biaya mandiri di luar bantuan pemerintah.

"Namanya sekolah swasta tentu membutuhkan biaya, karena tidak semuanya tertutupi melalui BOS Daerah maupun BOS APBN. Mau tidak mau masih dibutuhkan biaya operasional di sekolah swasta," ujarnya.

Pemkot Bogor terus berkomitmen menangani isu anak putus sekolah. Namun, Dedie menggarisbawahi bahwa selain bantuan biaya, dukungan dan motivasi dari pihak keluarga sangat diperlukan agar anak-anak tetap semangat menuntaskan pendidikan mereka.