Berdasarkan IKI, Kemenperin mencatat 19 dari 23 subsektor industri, yang mewakili 94,4 persen produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan II-2026, berada di zona ekspansi.

Di sisi lain, persentase pelaku usaha yang melaporkan penurunan kegiatan usaha menyusut menjadi 19,5%, terendah sejak November 2022. Kondisi ini menunjukkan perbaikan aktivitas industri tidak hanya terjadi pada subsektor tertentu, tetapi meluas ke berbagai bidang manufaktur.

Fitra menilai momentum tersebut menjadi modal penting untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan IV-2026. Ditambah, sektor manufaktur memiliki keterkaitan yang luas dengan kegiatan ekonomi lainnya, mulai dari penyediaan bahan baku, logistik, perdagangan, hingga penyerapan tenaga kerja.