Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat produksi perikanan nasional mencapai 19,89 juta ton hingga triwulan III 2026, sedangkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor perikanan mencapai 6,86 persen pada triwulan II 2026.
Dalam penguatan ekonomi pesisir, Dinas Perikanan Batam pada September 2026 juga melaporkan lima lokasi Kampung Nelayan Merah Putih telah memperoleh persetujuan KKP untuk pembangunan pada tahun ini.
Fendi menilai pengembangan infrastruktur dan pengolahan hasil perikanan dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi nelayan, pelaku usaha, serta masyarakat pesisir.
"Bagi Kepulauan Riau, penguatan sektor ini berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan, memperluas kesempatan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Ia menambahkan pengembangan ekonomi biru perlu memperhatikan kelestarian ekosistem laut agar manfaat ekonomi dari pemanfaatan sumber daya perikanan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Diskusi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam mendukung Asta Cita melalui inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan ekonomi lokal.
Melalui kegiatan tersebut, GGMI Batam berharap pengembangan ekonomi biru dan lumbung Ikan nasional dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.