NADIKABAR.COM — Gaduh anak 11 tahun di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meninggal dunia tiga hari setelah mendapat imunisasi Human Papillomavirus (HPV).

Hasil investigasi dan kajian kausalitas Kementerian Kesehatan RI menyatakan kejadian tersebut tergolong inkonsisten (koinsiden). Artinya, berdasarkan bukti yang tersedia, kondisi yang dialami anak tersebut tidak disebabkan oleh vaksin HPV, melainkan berkaitan dengan kondisi penyerta di luar vaksin.

Karenanya, Kemenkes RI memastikan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tetap dilanjutkan.

Investigasi lapangan dilakukan pada 16 Agustus 2026 oleh Direktorat Imunisasi Kemenkes bersama Sekretariat Komnas KIPI, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Komda KIPI Sumatera Utara, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

Selanjutnya, kajian kausalitas dilakukan pada 20 Agustus 2026 oleh Komnas KIPI bersama Komda KIPI Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Sumatera Utara.

Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hindra Irawan Satari mengatakan anak tersebut didiagnosis mengalami meningoensefalitis. Kondisi ini merupakan peradangan pada selaput dan jaringan otak.

"Komnas KIPI bersama Komda KIPI Provinsi Sumatera Utara, Direktorat Imunisasi, serta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Karo telah melakukan investigasi dan kajian kausalitas terhadap kejadian ini. Berdasarkan hasil kajian, KIPI tersebut diklasifikasikan sebagai inkonsisten atau koinsiden. Artinya, berdasarkan data dan bukti yang tersedia, kejadian yang dialami tidak disebabkan oleh vaksin HPV," ujar Prof Hindra dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).