"Dalam setiap pelaksanaan imunisasi, aspek keamanan menjadi prioritas. Setiap laporan dugaan KIPI serius ditindaklanjuti melalui investigasi dan kajian kausalitas berdasarkan data klinis dan bukti ilmiah. Kami mengajak masyarakat, orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan untuk tetap mendukung pelaksanaan BIAS," katanya.
Komunikasi dengan Orang Tua Diperkuat
Sejalan dengan hasil kajian tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara juga memperkuat kualitas pelaksanaan imunisasi di daerah. Salah satunya melalui pembinaan dan pendampingan tenaga kesehatan serta peningkatan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
Penguatan dilakukan dengan memastikan vaksinator memahami dan menerapkan SOP penyelenggaraan imunisasi, mulai dari skrining sasaran, pemberian imunisasi, pengelolaan vaksin dan rantai dingin, hingga tata laksana KIPI serta mekanisme rujukan.
Kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kejadian ikutan pasca imunisasi juga ditingkatkan, termasuk memastikan ketersediaan KIPI Kit dan sistem rujukan untuk kondisi kegawatdaruratan.
Kemenkes bersama pemerintah daerah pun mengajak orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat tetap mendukung pelaksanaan BIAS.