NADIKABAR.COM — Nyawa pria bernama Musa Misa di Desa Oinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), hilang di tangan istrinya, Yuliana Tefa. Yuliana menghajar Musa memakai shockbreaker karena pulang mabuk dan marah-marah.
Berdasarkan penuturan Kapolres TTS, AKBP Kristyan Martino, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Perempuan perempuan berusia 56 tahun itu mulanya sedang tertidur di rumahnya.
Tak berselang lama, Musa kemudian datang dalam kondisi mabuk minuman keras (miras). Bukannya pulang dengan baik-baik, Musa malah melontarkan perkataan kasar lalu memarahi Yuliana hingga mengancam membunuh istrinya. Menurut Krstyan, Musa telah berulang kali melakukan tindakan serupa.
Yuliana yang naik pitam lantas mengambil sebatang shockbreaker di dalam kamar dan langsung menghajar suaminya itu. Pukulan Yuliana menyasar bagian kepala Musa berulang kali hingga tewas di lokasi.
Setelah menghabisi nyawa Musa, Yuliana tak melarikan diri. Ia tetap berada di rumahnya hingga polisi tiba. "Pelaku menunjukkan sikap kooperatif saat anggota tiba di lokasi," ujar Kristyan kepada NadiKabar, Selasa (25/8/2026).
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memvisum korban, dan menangkap Yuliana. Yuliana kini menjalani pemeriksaan intensif di Polres TTS. Ibu rumah tangga (IRT) itu juga sudah mengakui perbuatannya saat diinterogasi polisi.
Yuliana sudah ditetapkan tersangka oleh Polres TTS dalam kasus penganiayaan yang menewaskan suaminya. Perempuan itu dijerat Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
"Sudah (ditetapkan sebagai tersangka)," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres TTS, AKP I Wayan Pasek Sujana, kepada NadiKabar, Selasa (25/8/2026).
Yuliana telah diamankan di Mapolres TTS untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga langsung menahan Yuliana selama 20 hari ke depan di Mapolres TTS.
"Mulai hari kami tahan. Motif utamanya adalah mereka sering berkelahi dan suami sering ancam mau bunuh istrinya itu," jelas Wayan.