NADIKABAR.COM — Kabut asap imbas kebakaran hutan di Indonesia mengancam ekosistem serangga yang menyerbuki pohon kelapa sawit. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan kelapa sawit sebagai sumber minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di dunia.

Sebaran asap imbas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menyebar jauh hingga sebagian wilayah Asia Tenggara. Di beberapa daerah, asapnya bahkan terlalu tebal sampai menutupi cahaya Matahari.

Menurut Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI), asap tebal dan berkurangnya sinar Matahari akibat kebakaran dapat mengganggu kehidupan banyak spesies, termasuk kumbang penyerbuk yang membawa serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina kelapa sawit.

Kondisi ini dinilai mampu mengakibatkan penurunan bunga yang tumbuh jadi kelapa sawit hingga 20 persen dan secara tidak langsung akan mengurangi hasil panen kelapa sawit dan mengancam pasokan minyak.

Melansir The Straits Times, Departemen Pertanian AS memperkirakan stok minyak sawit akan turun signifikan ke level terendah dalam sembilan tahun pada musim 2026-2027.