Penelitian terhadap pengaruh kabut asap terhadap kemampuan kumbang penyerbuk melakukan penyerbukan secara efektif pernah diteliti pada kebakaran hutan tahun 2015 oleh Agus Eko Prasetyo, seorang peneliti perlindungan tanaman di IOPRI.

"Suatu perkebunan mungkin masih memiliki populasi kumbang penyerbuk yang memadai, tetapi efisiensi penyerbukan dapat menurun jika serangga tersebut menjadi kurang aktif dalam berpindah antar bunga," kata Prasetyo.

Namun, dampak kabut asap tahun ini belum dapat diukur karena tandan buah sawit membutuhkan waktu lima hingga enam bulan untuk matang setelah penyerbukan. Dampaknya baru akan terlihat pada musim panen sekitar bulan Maret atau April 2027.

Para peneliti di Malaysian Palm Oil Board (MPOB) juga mengungkapkan hal serupa, gangguan penyerbukan dapat menyebabkan buah berkembang tanpa biji, sehingga menghasilkan tandan yang lebih ringan, atau bahkan menyebabkan gagal panen.

Mereka menilai bahwa berkurangnya minyak yang diekstraksi bisa berisiko menyebabkan kerugian pendapatan hingga jutaan dolar.