NADIKABAR.COM — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie meyakini polemik desakan anggota parlemen Malaysia agar RI digugat terkait kabut asap lintas batas tidak akan mengganggu hubungan dagang dan investasi di kawasan ASEAN.
Ia menilai komunikasi antarpemerintah dan pelaku usaha perlu dijaga agar persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak berkembang menjadi ketegangan yang lebih luas.
Anindya mengatakan persoalan karhutla bukan hanya dihadapi negara tetangga, melainkan juga menjadi masalah serius bagi Indonesia.
Oleh karena itu, Anindya menilai penyelesaian persoalan tersebut perlu menjadi fokus bersama ketimbang memperpanjang polemik melalui pernyataan di ruang publik.
"Saya rasa inilah gunanya ASEAN. Selama ini ASEAN stabil dan bertumbuh karena komunikasinya lancar," ujar Anindya dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).
Ia juga menilai hubungan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura perlu dijaga mengingat besarnya aktivitas perdagangan dan investasi antarnegara di kawasan tersebut.
Menurut Anindya, persoalan lingkungan yang sedang dihadapi tak seharusnya mengabaikan kepentingan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di negara-negara terdampak.