NADIKABAR.COM — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyoroti perkembangan kejahatan digital lintas negara saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70 di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Kamis (29/10).

Suyudi menekankan penanganan kejahatan tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku semata, melainkan juga perlu dilakukan penelusuran aset untuk memutus aliran dana sehingga jaringannya tidak dapat berkembang.

"Penanganan kejahatan tidak hanya berfokus pada pelaku di lapangan, tapi yang lebih penting adalah pengungkapan jaringan, penelusuran aliran dana, dan pemulihan kerugian kepada masyarakat korban," ujar Suyudi dikutip Jumat (30/10).

Suyudi mengingatkan perkembangan teknologi saat ini telah membuat pola kejahatan semakin kompleks dan melibatkan jaringan yang melampaui batas negara.

Ia lantas mencontohkan jika hasil penipuan daring dapat dialirkan melalui berbagai rekening dan dikonversi menjadi aset digital atau dipindahkan ke luar negeri untuk menyamarkan asal-usulnya.