NADIKABAR.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah bergerak membenahi basis data pendaftaran haji di Indonesia. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, mengungkapkan adanya indikasi ratusan ribu data jemaah yang tidak valid atau sulit ditemukan keberadaannya di lapangan.

Pembersihan data ini dilakukan guna memangkas antrean ibadah haji yang selama ini menumpuk dan memakan waktu hingga puluhan tahun.

"Kita sudah sisir, tapi belum selesai. Banyak temuan-temuan, data-data yang harus kita verifikasi lagi ke Dinas Capil untuk memastikan bahwa orang ini benar ada atau nggak? Karena dicari-cari itu nggak ada," kata Gus Irfan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).