Sementara itu, Country Lead BRAC, Abdurrahman Syebubakar menyambut baik ajakan pemerintah Indonesia dalam pengentasan kemiskinan. Secara spesifik dia mendorong penguatan pelaksanaan PPSE melalui pendekatan graduasi.
Upaya itu dilakukan untuk memastikan keluarga penerima manfaat (KPM) tidak hanya mengalami peningkatan pendapatan, tetapi juga memiliki keberdayaan sosial sehingga mampu mandiri dan tidak kembali jatuh dalam kemiskinan.
Salah satu langkah yang diusulkan BRAC adalah melakukan evaluasi terhadap proses pelaksanaan program, mulai dari pola pendampingan, pemberian pelatihan, hingga tahapan intervensi kepada KPM.
Abdurrahman menilai evaluasi proses penting untuk dilakukan sebelum mengukur dampak atau hasil akhir program. Dengan demikian, berbagai kekurangan dalam pelaksanaan dapat diperbaiki melalui penerapan pendekatan graduasi.
"Yang pertama, harus dilakukan adalah sebenarnya tidak perlu lompat ke outcome-nya, tapi ke proses pelaksanaannya seperti apa, coaching-nya seperti apa dan seterusnya. Nah, ini yang kita injeksi dengan pendekatan graduasi," jelas Abdurrahman.
"Yang kami tawarkan, usulkan, yang perlu dilakukan segera itu adalah evaluasi prosesnya, Pak Wamen, sehingga nanti mungkin dampaknya itu akan kelihatan setelah 1 atau 2 tahun setelah diinjeksi pendekatan graduasi," sambungnya.
Dalam pendekatan ini, Abdurrahman menjelaskan, pendampingan menjadi salah satu komponen penting.