Selain penyediaan APAR, kementeriannya mengkaji penggunaan lapisan pelindung (coating) pada rumah adat berbahan kayu melalui kerja sama dengan sejumlah ahli kimia. Penerapan metode tersebut masih dalam tahap kajian dan uji coba untuk mengetahui efektivitasnya dalam mencegah atau memperlambat penyebaran api.

β€œKalau ini bisa terbukti, itu bisa kita lakukan terutama di rumah-rumah adat yang sudah menjadi cagar budaya, cagar budaya nasional. Ini bisa kita lakukan di seluruh Indonesia. Ini bisa menghindari kebakaran di rumah-rumah adat seperti yang kemarin terjadi di Desa Sade,” ujar Fadli.

Dalam taklimat dua tahun Kementerian Kebudayaan, Fadli juga memaparkan sejumlah capaian program pemberdayaan masyarakat adat dan penghayat kepercayaan.

Kementerian Kebudayaan mencatat pemberdayaan lembaga masyarakat adat dan penghayat kepercayaan mencapai 48 lembaga pada 2025 dan 43 lembaga hingga September 2026. Sementara itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia tercatat sebanyak 591 orang pada 2025 dan 541 orang pada 2026.