NADIKABAR.COM — Konsumsi suplemen kesehatan ternyata menyimpan risiko serius bagi tubuh jika dilakukan secara berlebihan.
Melansir publikasi Eating Well pada Sabtu (31/10) waktu setempat, sejumlah ahli gizi dan kesehatan mengingatkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak suplemen, termasuk berbahan alami, dapat memicu efek samping yang membahayakan kesehatan.
Salah satu bahaya utama dari konsumsi suplemen berlebih adalah risiko kerusakan organ hati. Pakar gizi Erin Person menjelaskan bahwa vitamin larut lemak, seperti vitamin A, akan disimpan di dalam hati.
Jika dikonsumsi melebihi dosis dalam jangka panjang, vitamin A serta sejumlah ekstrak bahan herbal seperti aswagandha, teh hijau, kunyit, kava, dan black cohosh dapat menumpuk dan memicu toksisitas hingga kerusakan fungsi hati.
Selain ancaman pada organ hati, asupan suplemen tanpa dikontrol dapat mengganggu kinerja obat-obatan resep. Suplemen kalsium dan zat besi, misalnya, dapat menghambat penyerapan obat tiroid.
Sementara itu, suplemen minyak ikan, ginkgo biloba, dan ekstrak bawang putih berisiko meningkatkan bahaya pendarahan internal apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah.
Penggunaan suplemen dosis tinggi juga berpotensi memicu ketidakseimbangan nutrisi akibat persaingan antar senyawa pada jalur penyerapan di dalam tubuh.
Konsumsi seng dosis tinggi secara terus-menerus dapat menghambat penyerapan tembaga, yang berisiko memicu anemia serta gangguan saraf.
Di samping itu, konsumsi vitamin C dosis tinggi maupun suplemen herbal yang kaya akan oksalat dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Para ahli mengingatkan bahwa suplemen sejatinya berfungsi untuk melengkapi, bukan menggantikan pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat.
Penggunaan suplemen umumnya hanya diperlukan bagi individu yang memiliki diagnosis defisiensi nutrisi tertentu atau kondisi medis khusus yang mengganggu penyerapan gizi.
Mengingat regulasi suplemen tidak seketat obat-obatan resep, konsumsi suplemen sebaiknya didahului oleh konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Suplemen yang akan dikonsumsi juga sebaiknya telah mengantongi sertifikasi pengujian dari lembaga pihak ketiga guna memastikan kebersihan, keamanan, dan akurasi kandungan nutrisi di dalamnya.
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha