Menurut Luhut, Bali menjadi salah satu lokasi yang diminati investor besar, termasuk dari Timur Tengah. Ia mengaku telah berbicara dengan sejumlah pemilik modal yang menyampaikan ketertarikannya terhadap Pulau Dewata.
"Tapi yang saya dengar dari banyak investor-investor besar itu mereka suka Bali. Saya tanya juga sih kenapa suka Bali, 'kita senang di Bali' gitu. Nanti tergantung presiden aja, Presiden mau arahkan di mana," tuturnya.
Luhut menyinggung Singapura yang mampu menarik dana hingga US$ 30 miliar dalam satu kuartal melalui Family Office. Ia melihat peluang serupa bagi Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan investor global untuk mencari lokasi penempatan dana yang aman.