Putusan itu dikeluarkan setelah Lula da Silva mengajukan permintaan perpanjangan waktu, dengan mengeluhkan layanan bus di berbagai kota telah dihentikan sehingga menghalangi warga untuk memberikan suara.
Flavio juga sempat meminta perpanjangan waktu di beberapa wilayah karena hujan deras, namun kemudian dia menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima" dan merupakan "trik kotor".
Flavio merupakan putra dari Jair Bolsonaro, mantan presiden sayap kanan yang saat ini sedang menjalani hukuman 27 tahun penjara atas dakwaan berupaya melakukan kudeta setelah kalah dari Lula da Silva dalam pilpres tahun 2022 lalu.