"Kemacetannya parah sekali. Ini sudah terjadi sekitar tiga minggu. Hari ini saja ekor macetnya sudah sampai Baluran. Untuk bisa menyeberang saja, kami harus menunggu hampir 24 jam," ujar Mukhlasin kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).
Mukhlasin menegaskan bahwa keterlambatan armada truk logistik ini disebabkan oleh kebiasaan mengutamakan bus penumpang, mobil pribadi, hingga armada colt diesel kecil dibandingkan truk muatan besar atau tronton.
"Sektor bus dan mobil kecil itu yang selalu diutamakan. Kami minta tuntutan utama kami disampaikan ke Kepala ASDP untuk ada pemerataan. Tidak boleh ada pilih kasih tim redaksi bus, mobil kecil, maupun tronton. Semuanya harus sama-sama mengantre agar arus lalu lintas lancar," tegasnya.