Aksi protes dan penyampaian aspirasi ini murni digerakkan atas solidaritas dan kekompakan sesama sopir armada logistik yang terdampak langsung di lapangan, tanpa menunggangi kepentingan asosiasi atau pihak luar.

Guna memastikan tuntutan mereka ditindaklanjuti, para sopir merancang kesepakatan resmi dengan pihak pengelola. Mereka mendesak dibuatnya surat pernyataan dan perjanjian tertulis dari manajemen pelabuhan sebagai pegangan hukum serta bukti komitmen kelancaran operasional ke depan.

Para pengemudi berharap ASDP segera mengevaluasi pola pengaturan antrean di pelabuhan secara adil (proporsional) agar tidak melumpuhkan pasokan logistik dan merugikan para sopir yang terus merugi waktu maupun biaya operasional di jalan.