NADIKABAR.COM — Kebutuhan hunian terus meningkat, sementara ketersediaan lahan di kawasan perkotaan semakin terbatas dan harga tanah terus menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya pembangunan rumah.

Karena itu, pemanfaatan lahan negara yang tidur atau belum dimanfaatkan secara optimal (idle state land) untuk pembangunan hunian merupakan gagasan yang layak dikembangkan sebagai bagian dari strategi penyediaan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Namun, pemanfaatannya tidak cukup sekadar menyediakan lahan. Sejak awal, status penggunaan, pola penghunian, kepemilikan atau sewa, hingga mekanisme pengembalian lahan jika sewaktu-waktu dibutuhkan kembali oleh negara harus sudah dirancang secara matang.