NADIKABAR.COM β Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong produsen pengolahan susu nasional, Cimory mengembangkan keju dengan cita rasa khas Indonesia, serta produk turunan lainnya guna memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk olahan susu nasional.
βKami hari ini berkunjung ke pabrik Cimory. Awalnya kita mengenal Cimory sebagai produsen yoghurt, tetapi sekarang sudah berkembang dengan berbagai diversifikasi produk. Tadi kami tantang Cimory untuk memproduksi lebih banyak produk turunan susu, seperti es krim dan keju khas Indonesia,β kata Menperin saat melakukan kunjungan kerja ke PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) di Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Menurut Sarmuji, pengembangan keju dengan cita rasa yang sesuai dengan preferensi konsumen Indonesia memiliki peluang pasar yang besar. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan produk olahan susu sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Ia bahkan menantang Cimory untuk merealisasikan inovasi produk tersebut dalam waktu satu tahun ke depan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong industri pengolahan susu semakin beragam dan mampu menangkap peluang pasar domestik.
Selain mendorong diversifikasi produk, Sarmuji menyoroti pentingnya peningkatan utilisasi industri nasional yang dinilai masih memiliki ruang untuk tumbuh. Menurut dia, pemanfaatan kapasitas produksi yang tersedia secara lebih optimal dapat meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional.
βKalau kita bisa memaksimalkan utilisasi industri sampai 80β85 persen dengan kapasitas yang sudah ada, kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB) tentu bisa meningkat lebih signifikan,β katanya menjelaskan.
Namun, peningkatan utilisasi industri perlu didukung ketersediaan bahan baku dalam jumlah memadai dengan harga kompetitif. Oleh karena itu, ia mengatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen menjaga kelancaran pasokan bahan baku, termasuk memberikan kemudahan impor untuk kebutuhan produksi yang belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.