NADIKABAR.COM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menepati janji dengan menemui kembali perwakilan Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut aksi ratusan warga di Kantor Kementerian Sosial terkait ketidaksesuaian desil dan penyaluran bantuan sosial.

Pertemuan di Kafe Selalu Ada Kopi, Kantor Kemensos, dihadiri Ketua Umum KWJK Marlo Sitompul, Juru Bicara KWJK Dea Melrisa, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) KemensosJoko Widiarto, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Faisal, serta jajaran staf khusus Menteri Sosial.

"Sekarang ketemu resmi, ya. Janji kita ketemu minggu ini, kita tuntaskan," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Kepala Pusdatin Kemensos Joko Widiarto lantas memaparkan hasil pemadanan data yang dikumpulkan melalui posko-posko KWJK.

"Dari total data yang dikirim itu 4.600. Tapi setelah kita cek ternyata ada yang dobel-dobel, ada yang ganda, sehingga tinggal 2.900 keluarga," ujar Joko.

Hasil pemadanan menunjukkan sebagian keluarga telah tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Sebanyak 406 data pada desil 1-4 akan diproses pembukaan rekening untuk penyaluran bansos.

Sementara itu, sebagian data lainnya masih perlu ditelusuri karena desilnya dinilai belum sesuai dengan kondisi warga, belum tercatat dalam DTSEN, atau memiliki catatan dalam sistem, seperti indikasi judi online dan kepemilikan aset.

Gus Ipul meminta agar data yang terindikasi terkait judi online tidak langsung dikesampingkan tanpa pemeriksaan. Ia mengingatkan adanya kemungkinan identitas warga digunakan oleh pihak lain.

"Siapa tahu dia dimanfaatkan orang lain. Jadi data seperti ini bisa kita olah," tuturnya.

Juru Bicara KWJK Dea Melrisa menjelaskan, data yang dibawa KWJK dikumpulkan selama hampir satu tahun sehingga sebagian kondisi warga mungkin telah berubah. Ia juga menyampaikan bahwa ada warga yang kesulitan memperoleh penjelasan ketika datanya terindikasi terkait judi online.