Gus Ipul dan Agus Jabo menyatakan kesediaan untuk mendatangi posko warga. Lokasi dan waktu kunjungan akan dikoordinasikan bersama KWJK dan jajaran Kemensos.

Agus Jabo menegaskan bahwa pemutakhiran data merupakan langkah awal untuk mengenali kondisi dan kebutuhan setiap keluarga. Setelah itu, pemerintah perlu menindaklanjuti dengan program yang sesuai agar warga benar-benar terbantu keluar dari kemiskinan.

"Data hanya sebagai basic untuk pengentasan kemiskinan, titik," imbuh Agus Jabo.

Sebagai langkah awal memperluas kerja sama pendataan, Kemensos juga merencanakan pertemuan dengan para pengurus RT di Jakarta Pusat, yang mencakup 8 kecamatan dan 44 kelurahan. Rencana tersebut akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Marlo memastikan posko KWJK tetap menerima pengaduan warga. Dea menyebut lebih dari 290 data baru telah masuk dan akan diperiksa sebelum disampaikan kepada Kemensos.

Seusai pertemuan, Gus Ipul mengapresiasi inisiatif KWJK dalam mengumpulkan data langsung dari masyarakat. Menurutnya, informasi tersebut membantu pemerintah memperbaiki data sekaligus menentukan program yang dibutuhkan keluarga.

"Ini bentuk partisipasi yang nyata dan tentu kita apresiasi," kata Gus Ipul.

Marlo berharap kerja sama tersebut terus berjalan hingga warga merasakan hasilnya.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa bersinergi, bekerja sama terkait pengentasan kemiskinan, sekaligus memberikan kritik yang konstruktif," pungkasnya.