Fadli Zon berharap Museum Agung Majapahit menjadi etalase peradaban yang harus dipamerkan kepada dunia. Layaknya Candi Borobudur dan Prambanan. Terlebih lagi, Kerajaan Majapahit yang mempersatukan Nusantara. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak agar museum ini berkelanjutan.
"Kami berharap The Grand Museum of Majapahit ini bisa memiliki narasi yang kuat sehingga nanti masyarakat Indonesia dari seluruh penjuru datang untuk melihat dan juga masyarakat internasional. Karena banyak yang terkoneksi dengan Majapahit. Kita berharap nantinya ini menjadi salah satu museum yang menjadi ikon dari museum-museum yang ada di Indonesia," ujarnya.
Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan menambahkan, lahan untuk pembangunan Museum Agung Majapahit telah melalui kajian dampak terhadap cagar budaya. Ekskavasi arkeologis pun digelar tahun 2025 dan 2026 di 50 titik pada lahan yang akan dibanguni museum ini.
"Pada tahun 2026 dilakukan pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi fisik. Dan pada tahun 2027 nanti adalah pelaksanaan tata pamer. Jadi, tahun 2026 ini kita konstruksi fisik seluruhnya," tandasnya.