Agenda kunjungan Paus Leo XIV akan diawali dengan pertemuan bersama Presiden Uruguay Yamand Orsi, pemimpin koalisi berhaluan kiri-tengah. Paus juga berencana mengunjungi kawasan Casavalle, yang dikenal memiliki tingkat kemiskinan dan kekerasan tinggi.

Ini merupakan kunjungan pertama seorang Paus ke Uruguay sejak 1988. Paus Leo XIV berharap kunjungannya dapat menghidupkan kembali kehidupan beragama di negara tersebut, tempat hanya sebagian kecil umat Katolik yang rutin menghadiri misa.

Pada Minggu (8/11), Paus Leo XIV akan melanjutkan perjalanan ke Argentina, negara tetangga sekaligus tanah kelahiran pendahulunya, Paus Fransiskus. Namun, Paus Fransiskus tidak pernah kembali ke negara asalnya setelah terpilih sebagai Paus. Hal ini sempat mengecewakan warga Argentina.

Menurut Pew Research Center, sekitar 71 persen warga Argentina mengidentifikasi diri sebagai umat Katolik pada awal masa kepemimpinan Paus Fransiskus. Namun, pada 2024, proporsinya turun menjadi 58 persen.

Di Argentina, Paus Leo XIV dijadwalkan bertemu dengan Presiden Javier Milei. Kebijakan pemangkasan anggaran pemerintahannya menuai kritik dari Gereja Katolik karena berdampak pada program-program bantuan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Selain itu, Paus Leo XIV juga berencana bertemu dengan para pemimpin dunia usaha, serikat pekerja, buruh, serta perwakilan masyarakat.