Dia mengaku telah menerima laporan dari sekolah dan Balai Pendidikan Menengah untuk mengklarifikasi dugaan intimidasi siswa, meski begitu dinas juga memastikan tindak lanjut terhadap satpam menjadi bagian dari penanganan kasus.
"Yang bersangkutan sudah diberikan sanksi oleh vendor. Nanti kita tindaklanjuti kembali, apakah memang betul-betul diberhentikan atau yang lainnya," katanya.
Dia mengatakan dalam perkembangannya satpam tersebut sudah tidak bertugas di SMA Negeri itu. Berdasarkan laporan sekolah, satpam yang bersangkutan tidak lagi bertugas mulai 18 September 2026.
Menurut dia, ada dua hal dalam kejadian tersebut, yaitu dugaan tindakan tidak pantas terhadap siswa SMA yang kemudian diakui oleh satpam dan telah ditindaklanjuti, serta dugaan intimidasi terhadap siswa karena mengunggah perilaku satpam itu ke media sosial.